Sekolah Lapang

Sekolah Lapang sejatinya merupakan konsep pendidikan kritis, yang menekankan para peserta untuk belajar dan memproduksi pengetahuan-pengetahuan dari pengalaman mereka sendiri, bukan hapalan teori, kaidah dan rumusan-rumusan yang dibuat oleh orang lain. Fasilitator dan peserta harus memandang bahwa setiap peserta telah memiliki pengetahuan dan pengalaman atau “tidak kosong” ketika mengikuti pelatihan. Pelatihan hanya menjadi alat untuk mengkontruksi pengetahuan yang telah mereka miliki, dan berdialog dengan sesama peserta pelatihan yang lain dan menjadi landasan pemahaman bersama bagi para pihak.

Materi ini dibuat dalam rangka mengajak peserta berlatih berpikir tentang sesuatu, berdiskusi bersama-sama, dan membantu peserta menemukan kesimpulan atau jawaban, agar para pendamping masyarakat dapat menemukan masalah yang ada di kampung dan juga dapat menemukan solusi yang tepat bagi problem tersebut. Berikut adalah materi-materi yang dapat dipelajari sebelum pendamping hukum rakyat turun ke masyarakat:

 

Perkenalan Diri

 

Politik Hukum Sumber Daya Alam

 

Pluralisme Hukum

 

Memahami Desa dan Komunitas

 

Menjadi Fasilitator yang Baik

 

Mengenali Ruang dan Data sebagai Potensi Komunitas

 

Riset Aksi: Riset yang Mengubah

 

Kelas Lapangan (Pengumpulan Data Spasial dan Sosial serta Pengisian Data)

 

Belajar Mengelola Data serta Keamanannya

 

Analisis Sosial 

 

Apa Itu Konflik? 

 

Kebijakan Hutan Adat dan Perhutanan Sosial

 

Penyusunan Kebijakan Legislasi Desa dan Hukum Adat

 

Kerja Kolaborasi bersama Desa/Lembaga Adat

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *