Apa itu Konflik?

Tanah dan Sumber Daya Alam (SDA) merupakan faktor kehidupan yang sangat penting bagi kebanyakan masyarakat di Indonesia. Tanah maupun SDA tersebut bukan hanya merupakan faktor produksi, namun juga mengandung makna sosial, politik, budaya, dan bahkan dapat mempunyai arti religius. Namun demikian, kekayaan sumber daya alam ini seakan menjadi bencana bagi masyarakatnya. Konflik berbasiskan masalah penguasaan dan pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) masih menjadi masalah besar di Indonesia. Berbagai hasil pemantauan menunjukkan bahwa konflik SDA semakin meluas dengan kualitas pelanggaran hak yang intens dan meningkat.

 

Perkumpulan Huma mencatat konflik berlangsung di 98 kota/kabupaten di 22 provinsi. Yang memprihatinkan, luasan area konflik mencapai 2.043.287 hektar atau lebih dari 20 ribu km2. Luasan ini setara dengan separoh luas Provinsi Sumatera Barat. Munculnya ribuan kasus sengketa dan konflik pemanfaatan sumber-sumber agraria dan pengelolaan SDA yang disertai pelanggaran HAM, serta adanya prioritas keperluan usaha skala besar, telah mengakibatkan terjadinya konsentrasi penguasaan yang mendorong terciptanya ketimpangan dalam struktur agraria dan pengelolaan SDA. Lemahnya kelembagaan pengelolaan sumber-sumber agraria/SDA telah pula mengakibatkan eksploitasi kekayaan alam melebihi daya dukung yang dimiliki sehingga kerusakan daya dukung lingkungan semakin tidak terelakan. Di sisi lain, dalam tataran sosial, terjadi konflik horisontal yang merusak tatanan sosial kemasyarakatan yang bahkan mungkin telah terajut sejak jaman nenek moyang.

 

Dalam sesi ini, peserta diajak untuk mempelajari konflik antar tata hukum dan penyebabnya, mekanisme dan model penyelesaian konflik dan keuntungan dan kerugian setiap model penyelesaian konflik. Diharapkan melalui sesi ini peserta memahami  konflik, konflik antar tata hukum, penyebab, dan cara – cara penyelesaiannya dan memiliki kemampuan untuk memilih model-model penyelesaian  konflik.

 

Untuk lebih lengkapnya, kita simak materi pertama kita yukkk ……

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *