Kelas Lapangan (Pengumpulan serta Pengisian Data Spasial dan Sosial)

Pasca pembelajaran kelas baik dengan model webinar, video belajar maupun  yang dilakukan dengan memperdalam teori serta teks yang berkenaan dengan berbagai macam hal, maka diperlukan suatu pelaksanaan dan implementasi dari hal yang telah dilakukan serta kemungkinan-kemungkinan apa yang akan dikerjakan. Sebelum kita beranjak, kita harus mempersiapkan terlebih dahulu dokumen Rencana Tindak Lanjut (RTL). Nahhh, Tuton … read more »

Menjadi Fasilitator yang Baik

  Mendasarkan pada “Semua Orang adalah Guru dan Semua Tempat adalah Sekolah” yang telah menjadi landasan berpikir semua komponen pelatihan Sekolah Lapang. Sekolah lapang memberikan pengalaman kepada peserta peserta untuk belajar dan memproduksi pengetahuan-pengetahuan dari pengalaman mereka sendiri, bukan hapalan teori, kaidah dan rumusan-rumusan yang dibuat oleh orang lain. Fasilitator dan peserta harus memandang bahwa … read more »

Perkenalan Diri

Mari kita mulai sekolah lapang ini dengan Perkenalan Diri.  Di sini kami ingin melihat siapa anda? Bagaimana kehidupan anda selama ini? Apa harapan dan kekhawatiran anda terhadap pelatihan ini?   Lihatlah gambar Jendela Kertas berikut!   Ambilah sebuah kertas HVS. Kemudian anda bagi empat kertas tersebut. Gambarlah sesuai petunjuk di atas dengan menggambarkan :  Pojok … read more »

Kelas Lapangan (Pengumpulan serta Pengisian Data Spasial dan Sosial)

Di Pasir Eurih Pembangunan Masyarakat Dimulai, Bukan di Hotel-Hotel Mewah.

Laporan dari Supriadi dan Wardathul Zanna (RMI) “Ayo mas ke sekolah,” teriak ibu-ibu saat handuk masih menempel di leher Waris, seorang fasilitator komunitas dari RMI. Jam belum menunjukkan pukul 09.00 WIB tapi peserta kegiatan sudah mulai berkumpul di lokasi acara. Jumlah peserta di hari pertama sebanyak 28 orang. Terdiri atas 10 orang perempuan dan 18 … read more »

Kelas Lapangan (Pengumpulan serta Pengisian Data Spasial dan Sosial)

Sekolah Lapang : Evaluasi dan Refleksi

oleh Bimantara Adjie W. Sleman, 11 – 17 Februari 2018 – Sekolah pengorganisasian masyarakat dan advokasi kebijakan hutan adat serta perhutanan sosial adalah metode pendampingan yang merupakan penggabungan Involvement (INSIST) dan SPHR (HuMa). Tujuan sekolah adalah menjawab tantangan pasca penetapan dan peluang pemberian izin serta pengembalian lahan masyarakat yang hidup di dalam dan sekitar kawasan … read more »

Cerita dari Wana (2)

Titik Berangkat “Ngopi dulu Bung” sanggah Edi Wicaksono, Staf Program Hutan Adat Yayasan Merah Putih di sela-sela perbincangan. Kami sedang berdiskusi mengenai apa yang hendak kami pelajari di tempat belajar kami nanti, di Wana Posangke, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah. Mas Sentot memaparkan lebih dulu maksud dan tujuan mengenai kebudayaan agraria. Gayung bersambut oleh Azmi … read more »

Cerita dari Wana (1)

Banyak hal dapat kita lakukan agar laku sejarah perjalanan kita dan pendahulu kita tetap sampai pada anak cucu kita. Di Wana Posangke, Sulawesi Tengah (1-15 Mei 2016) saya hanya melakukan sedikit dari banyak hal itu. Memotret, berbincang, dan berkelakar. Semoga dari  catatan yang sedikit ini dapat berbicara banyak bagi perjalanan sejarah kita. Kawula muda sedang … read more »

Pemetaan Sistem Hukum dan Pencatatan Hukum di Kasepuhan

oleh Erwin Dwi Kristianto Pagi itu di sekitar taman kopi saya sedang menikmati teh hangat. Guli, staf pemberdayaan masyarakat RMI memberi kabar melalui pesan singkat–rombongan akan terlambat menjemput. Saya pun memesan pancake sebagai teman teh hangat yang sudah ada. Sekitar jam 09.30, avanza putih berisi Guli, Indra, Mahmud, Aji, para staf RMI datang. Mobil itu … read more »